Zombie di Indonesia
Sudah nonton film ‘I Am Legend’ yang dibintangi Will Smith? Film ini bercerita tentang Kota New York di tahun 2012 yang hampir seluruh penduduknya mati akibat ‘keracunan’ virus yang tadinya dimaksudkan sebagai obat anti kanker. Obat hasil rekayasa genetika ini ternyata justru mematikan bagi si peminumnya. Sebagian besar penduduk mati, sebagin besar berubah menajdi zombie-zombie kanibal yang memburu manusia yang masih hidup hingga kahirnya tak ada yang tersisa. Kecuali Will Smith, seorang dokter Militer yang berusaha keras mencari obat penawar bagi virus tersebut.
Well, saya bukan mau bercerita mengenai film itu. Hanya saja, cerita dalam film yang disadur dari novel ini membuat saya merenungkan kejadian-kejadian yang terjadi sekarang ini.
Baru kemarin Ardian cerita bahwa pos informasi mengenai flu burung sekarang ditangani labngsung oleh depkes. Biasanya informasi di tangani oleh posko khusus yang sebenarnya juga dibawah depkes. Kesulitannya, saat tugas posko ini berpindah tangan, informasi menjadi sangat sulit untuk diverifikasi.
Contohnya, saat Ardian menghubungi bagian humas depkes yang mengeluarkan rilis bahwa sudah ada 103 orang suspect flu burung yang meninggal dunia (ini rilis baru, di tv dan kantor berita asing lainnya masih tercantum 102 orang yang meninggal), diketahui bahwa orang tersebut sebenarnya sudah meninggal sejak Sabtu (2/02/08)dan rilis baru dikeluarkan Senin, 4 Februari 2008. Artinya, informasi sepenting ini di-delay, entah disengaja atau tidak.
Saat ditanya mengapa didelay? jawabannya adalah karena tidak ada petugas yang masuk hari Sabtu (Daaaaa!!!!). Dan saat ditanya mengapa fungsi perluasan informasi itu tidak dikembalikan saja ke posko informasi flu burung seperti yang selama ini dilakukan karena posko tersebut aktif 24/7 sehingga mudah dihubungi, jawaban yang diberikan adalah tugas tersebut diambil alih karena biasanya selalu wartwan yang tahu lebih dulu, dan Depkes selalau tahu belakangan (Daaaaaaa!!!!!). Jadi kalau hari libur dan ada berita tentang flu burung gimana? Kata staf humasnya, kalo hari libur ya enggak ada yang kerja….(AMPUUUUUUUNNN!!!!!)
Untuk tambahan informasi, dari 126 pasien suspect flu burung di Indonesia, 103 diantarannya meninggal dunia. berarti, seandainya kita terkena flu burung, kesempatan hidup kita tidak akan lebih dari 20 persen saja!
Semenatra di negara lain kondisinya sangat berbeda, yang mencapai angka 3 digit dalam kasus meninggalnya pasien flu burung itu hanya di Indonesia. Cina yang disinyalir sebagai daerah awal penyebaran virus ini pun bahkan tidak sampai 100 yang dinyatakan meninggal, walopun awalnya mereka sempat menutupi fakta ini.
Yang menyedihkan lagi, sore tadi saya sempat mendengarkan siaran radio Utan Kayu yang membahas tentang gizi buruk yang menyerang banyak warga di Lebak. Penyiarnya mengeluhkan, dan menertawakan secara miris, kenyataan bahwa saat dia berusaha menghubungi pihak depkes untuk meminta keterangan mengenai adanya gizi buruk yang sedang melanda Lebak, tidak ada staf yang bisa dimintai keterangan. Bahkan, si orang yang ditelpon mengatakan bahwa staf yang dicari tidak bisa bicara karena sedang ada ARISAN…GILLLLAAAAA! Orang-orang pada kebanjiran, pada kelaparan, pada gak punya rumah, kedinginan, kesakitan, eh, ada staf departemen pemerintahan yang harusnya mengurus malah sibuk ARISAN!!!!
Bagi saya, ini sama saja dengan kanibal. Memakan sesama manusia. Tidak ada kepedulian, bahkan bukan soal peduli, tapi tidak ada tanggung jawab. betapa masyarakat di Indonesia sangat mementingkan dirinya sendiri saja, berpandangan sempit, dan hanya mau enaknya. Melihat peristiwa2 yang terjadi, agaknya masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang apatis, seperti layaknya Zombie, yang hanya pikir perutnya dan memuaskan nafsunya saja.