Loosing Track
Beberapa waktu belakangan ini, kira-kira 2-3 bulan belakangan, aku sempat kehilangan gairah hidup. Aku mogok mengerjakan skripsi, aku jarang makan, aku tidak bersosialisasi, dan mulai malas mencari pekerjaan. Dan saat aku tahu aku hamil, perasaan yang muncul bukannya kebahagiaan seperti yang katanya umum dirasakan perempuan-perempuan menikah yang mengetahui dirinya hamil. Aku justru merasa bingung, tertekan, dan stress.
Akibat kehamilan ini pula kegiatanku hampir semuanya mandeg. Karena mual sepanjang hari aku tidak dapat makan. Makanan yang masuk ke perutku semua kutumpahkan kembali. Skripsiku terbengkalai. Dan ditambah, pemikiran akan biaya untuk kontrol ke dokter dan persalinan membuat aku stress bukan main. Selain itu, tempat tinggalku waktu itu sangat tidak sehat untuk hidup, apalagi untuk membesarkan seorang bayi. Maka aku dan Ardian segera bikin planning untuk pindah rumah. Pilihan kami jatuhkan ke Depok dengn perhitungan akses internet dan kedekatan dengan kampus untuk mendukung pengerjaan skripsi. Dalam waktu satu minggu sejak mengetahui kehamilanku, kami sudha masuk ke rumah yang baru. Tentu saja, pemikiran akan biaya kepindahan ini juga membuat aku sempat stress.
Selanjutnya setelah pindah, aku hampir tidak ada kerjaan sama sekali. Namun aku tak kunjung juga mengerjakan skripsi. Aku merasa semua begitu salah. Rasa tidak nyaman yang kurasakan di tubuhku akibat kehamilan, rasa kesepian karena selalu sendirian di rumah, membuat aku semakin frustasi. Aku menjadi gloomy. Aku menangis setiap hari, tanpa Ardian tahu. Aku tak tahu apa yang kuinginkan. Mungkin aku tak ingin apapun. Aku tidak tahu. Aku seperti pelaut yang tersesat, kehilangan arah karena badai. Sejauh mata memandang hanya hujan dan petir, serta air laut yang mengamuk.
Aku coba mengatasinya dengan berpikir positif. Bahwa semua kegalauanku akan lewat. Bahwa setelah tiga bulan terlewati, tubuhku akan mulai beradaptasi dengan kehamilan yang tengah kujalani. Dan pemikiran ini ternyata, tidak membuahkan hasil. Aku tetap galau, risau, sedih, dan kecewa dengan semua yang ada.
Sampai…sampai…(bersambung)
Ain Said,
December 21, 2007 @ 1:38 am
Dhanny…satu fokus untuk satu waktu…yuk, pelan-pelan berjalan. pasti bisa. Bersemangat!!!