<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Mie Ayam Stasiun</title>
	<atom:link href="http://dhannytantri.blog.friendster.com/2007/09/mie-ayam-stasiun/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dhannytantri.blog.friendster.com/2007/09/mie-ayam-stasiun/</link>
	<description>Tulisanku ditaruh disini untuk dibaca</description>
	<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 23:27:32 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: dhannytantri</title>
		<link>http://dhannytantri.blog.friendster.com/2007/09/mie-ayam-stasiun/#comment-30</link>
		<dc:creator>dhannytantri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 06:49:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhannytantri.blog.friendster.com/2007/09/mie-ayam-stasiun/#comment-30</guid>
		<description>Mbak Vivi yang baik,

Saya bersimpati atas kekesalan yang Anda alami. Kalau saya sendiri sejuah ini belum pernah mengalami hal seperti itu. Tapi memang menurut pengamatan saya, memang Bapak Tua yang jualan sedikit tidak ramah, dan orang yang Muda memang sedikit tidak nyambung...(hehehehe)

Saya biasanya selalu menekankan apa yang saya pesan, supaya tidak ada kesalahan. Dan soal tidak ada kembalian, memang sering banget terjadi kalau belanja di tempat-tempat makan kecil semacam gerobakan si Mie Ayam Pemuda itu. Menyadari bahwa tempat mie ayam itu kerap penuh dan hanya ada dua orang melayani, saya biasanya berinisiatif menyiapkan uang kecil sendiri bahkan menukar uang sendiri ke Alfamart. 

Memang selain rasa (yang menurut saya memang enak untuk ukuran mie ayam gerobakan), tidak ada lagi yg dapat diandalkan mie ayam Pemuda staisun ini. Udah tempatnya kecil, cuman ngambil space teras di depan Alfa yang gak seberapa, cuma dua orang yang ngelayanin, kurang ramah dan telmi pula. 

Memang tidak ada yang sempurna. Itu hanyalah mie ayam gerobakan, gak lebih (mo di-klaim ada franchise nya kek). Dan saat saya menulis tulisan di atas, saya masih mahasiswa kere yang bahagian selangit menemukan ada gerobak mie ayam dengan rasa yang enak dan harga yang terbilang murah untuk kantong saya waktu itu, sehingga pelayanan dan lainnya gak pernah saya pikirin...hehehehe..

Moga2 lain kali Mbak Vivi berbelanja gak mengalami hal yang demikian lagi. Dan semoga gka jadi trauma beli mie ayam yah..:)

Dhanny</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak Vivi yang baik,</p>
<p>Saya bersimpati atas kekesalan yang Anda alami. Kalau saya sendiri sejuah ini belum pernah mengalami hal seperti itu. Tapi memang menurut pengamatan saya, memang Bapak Tua yang jualan sedikit tidak ramah, dan orang yang Muda memang sedikit tidak nyambung&#8230;(hehehehe)</p>
<p>Saya biasanya selalu menekankan apa yang saya pesan, supaya tidak ada kesalahan. Dan soal tidak ada kembalian, memang sering banget terjadi kalau belanja di tempat-tempat makan kecil semacam gerobakan si Mie Ayam Pemuda itu. Menyadari bahwa tempat mie ayam itu kerap penuh dan hanya ada dua orang melayani, saya biasanya berinisiatif menyiapkan uang kecil sendiri bahkan menukar uang sendiri ke Alfamart. </p>
<p>Memang selain rasa (yang menurut saya memang enak untuk ukuran mie ayam gerobakan), tidak ada lagi yg dapat diandalkan mie ayam Pemuda staisun ini. Udah tempatnya kecil, cuman ngambil space teras di depan Alfa yang gak seberapa, cuma dua orang yang ngelayanin, kurang ramah dan telmi pula. </p>
<p>Memang tidak ada yang sempurna. Itu hanyalah mie ayam gerobakan, gak lebih (mo di-klaim ada franchise nya kek). Dan saat saya menulis tulisan di atas, saya masih mahasiswa kere yang bahagian selangit menemukan ada gerobak mie ayam dengan rasa yang enak dan harga yang terbilang murah untuk kantong saya waktu itu, sehingga pelayanan dan lainnya gak pernah saya pikirin&#8230;hehehehe..</p>
<p>Moga2 lain kali Mbak Vivi berbelanja gak mengalami hal yang demikian lagi. Dan semoga gka jadi trauma beli mie ayam yah..:)</p>
<p>Dhanny</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vivy</title>
		<link>http://dhannytantri.blog.friendster.com/2007/09/mie-ayam-stasiun/#comment-29</link>
		<dc:creator>vivy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 05:29:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhannytantri.blog.friendster.com/2007/09/mie-ayam-stasiun/#comment-29</guid>
		<description>Pada Tanggal 6 desember 2008 + pukul 10.30

Saya ingin membeli 2 mangkuk mie ayam baso seharga Rp13,000 di MIE AYAM PEMUDA yang berlokasi di depan ALFAMART dekat stasiun Tebet. Yang berjualan ada 2 orang yang muda dan yang tua. Kemudian saya memesan dan duduk disebelah mereka berdua, setelah itu sewaktu mereka sedang menyiapkan pesanan saya, saya bilang ke yang muda kalau uang saya Rp. 50,000 (saya bermaksud bilang lebih awal pada saat mereka masih menyiapkan mienya agar mereka bisa menyiapkan kembaliannya)
kemudian yang muda bilang kepada saya bahwa tidak ada kembaliannya, trus saya menimpali " jadi gimana?,saya gak punya uang kecil." (pada saat itu memang saya tidak punya uang kecil hanya sekitar Rp3000 an kembalian dari ALFAMART, selain itu yang ada didompet saya hanya Rp100,000 dan Rp50,000an)
kemudian yang muda hanya diam saja tidak berkata apa2, lalu saya bilang lagi, " jadi gimana?, cari tukeran saja.," saya bilang dengan intonasi yang rendah dan sopan. yang muda diam saja…. Saya kemudian menunggu, trus saya tanya lagi jadi gimana?? Gak jadi nih???. Yang muda tetap diaaaammmmm saja... saya bingung (apakah saya harus MENUNGGUUU SELAMA SEHARIAN tuk  mendapatkan tanggapan???? dan jadi saya putuskan untuk pergi saja, dengan sebelumnya saya bertanya sekali lagi, jadi gak jadi nih?????..... sambil memberesi plastik2 belanjaan saya.
kemudian setelah beberapa langkah dari tukang mie ayam, yang tua  (memakai ikat kepala hijau)  memanggil sayam, sehingga saya balik ke tempatnya. Dan kemudian yang tua marah dengan intonasi nada agak tinggi menyalah- nyalahi saya dan bilang " gimana sih mbak, udah dibungkusin malah pergi begitu saja gak mau bayar saya kan bisa rugiiiii..."
LHOOOOOO….. LHOOOOO…. Saya jadi bingung banget KOQ MALAH SAYA YANG DIMARAHIN DAN DISALAHKAN…….. Karena saya gak mau terima saya bilang saja ke dia lho kan bukan salah saya, saya mau bayar tapi mas yang tadi bilang gak ada kembalian dan gak bilang mau tuker kek,.. apa kek  hanya diam saja...lalu yang tua bilang bermacam2 hal yang intinya menyalahkan saya. kemudian terjadi perdebatan aneh yang tua meracau kalau dari pagi dia dapat uang besar terus..TRUS SO WHAT???? It's not MY BUSINESS... kemudian yang muda mencari tukeran uang dan yang tua tetap meracau dan melakukan debat kusir dengan saya. setelah uang kembalian ada saya dikasih uang kembalian beserta mie. ( yang saya sudah teramat sangat ENEG untuk memakannya ) dan tidak ada sedikitpun rasa PENYESALAN terlihat, apalagi PERMINTAAN MAAF....
kemudian saya pergi dengan persaan yang teramat sangat JENGKEELLLLL dan MARAH ( kemudian mienya itu saya kasih ke tukang OJEK dekat situ) setelah itu saya naik taksi dan saya melihat yang muda ketawa -ketawa, mendidih nadi saya melihatnya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!)

Saya hanya teramat SANGAT HERAN, PENGUSAHA MIE AYAM PEMUDA sepertinya tidak mengedukasi pekerja2nya atau tenantnya kalau sifatnya Franchise….
Selain mengunggulkan harga murah dan mungkin rasa (saya juga tidak tau rasanya bagaimana, belum sempat saya merasakannya hanya pedih yang saya rasakan)  harusnya juga ATTITUDE / KEPRIBADIAN YANG BAIKKK… SAYA TERAMAT KECEWA, DAN SAKIT HATI TERUTAMA BATHIN SAYA…...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pada Tanggal 6 desember 2008 + pukul 10.30</p>
<p>Saya ingin membeli 2 mangkuk mie ayam baso seharga Rp13,000 di MIE AYAM PEMUDA yang berlokasi di depan ALFAMART dekat stasiun Tebet. Yang berjualan ada 2 orang yang muda dan yang tua. Kemudian saya memesan dan duduk disebelah mereka berdua, setelah itu sewaktu mereka sedang menyiapkan pesanan saya, saya bilang ke yang muda kalau uang saya Rp. 50,000 (saya bermaksud bilang lebih awal pada saat mereka masih menyiapkan mienya agar mereka bisa menyiapkan kembaliannya)<br />
kemudian yang muda bilang kepada saya bahwa tidak ada kembaliannya, trus saya menimpali &#8221; jadi gimana?,saya gak punya uang kecil.&#8221; (pada saat itu memang saya tidak punya uang kecil hanya sekitar Rp3000 an kembalian dari ALFAMART, selain itu yang ada didompet saya hanya Rp100,000 dan Rp50,000an)<br />
kemudian yang muda hanya diam saja tidak berkata apa2, lalu saya bilang lagi, &#8221; jadi gimana?, cari tukeran saja.,&#8221; saya bilang dengan intonasi yang rendah dan sopan. yang muda diam saja…. Saya kemudian menunggu, trus saya tanya lagi jadi gimana?? Gak jadi nih???. Yang muda tetap diaaaammmmm saja&#8230; saya bingung (apakah saya harus MENUNGGUUU SELAMA SEHARIAN tuk  mendapatkan tanggapan???? dan jadi saya putuskan untuk pergi saja, dengan sebelumnya saya bertanya sekali lagi, jadi gak jadi nih?????&#8230;.. sambil memberesi plastik2 belanjaan saya.<br />
kemudian setelah beberapa langkah dari tukang mie ayam, yang tua  (memakai ikat kepala hijau)  memanggil sayam, sehingga saya balik ke tempatnya. Dan kemudian yang tua marah dengan intonasi nada agak tinggi menyalah- nyalahi saya dan bilang &#8221; gimana sih mbak, udah dibungkusin malah pergi begitu saja gak mau bayar saya kan bisa rugiiiii&#8230;&#8221;<br />
LHOOOOOO….. LHOOOOO…. Saya jadi bingung banget KOQ MALAH SAYA YANG DIMARAHIN DAN DISALAHKAN…….. Karena saya gak mau terima saya bilang saja ke dia lho kan bukan salah saya, saya mau bayar tapi mas yang tadi bilang gak ada kembalian dan gak bilang mau tuker kek,.. apa kek  hanya diam saja&#8230;lalu yang tua bilang bermacam2 hal yang intinya menyalahkan saya. kemudian terjadi perdebatan aneh yang tua meracau kalau dari pagi dia dapat uang besar terus..TRUS SO WHAT???? It&#8217;s not MY BUSINESS&#8230; kemudian yang muda mencari tukeran uang dan yang tua tetap meracau dan melakukan debat kusir dengan saya. setelah uang kembalian ada saya dikasih uang kembalian beserta mie. ( yang saya sudah teramat sangat ENEG untuk memakannya ) dan tidak ada sedikitpun rasa PENYESALAN terlihat, apalagi PERMINTAAN MAAF&#8230;.<br />
kemudian saya pergi dengan persaan yang teramat sangat JENGKEELLLLL dan MARAH ( kemudian mienya itu saya kasih ke tukang OJEK dekat situ) setelah itu saya naik taksi dan saya melihat yang muda ketawa -ketawa, mendidih nadi saya melihatnya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!)</p>
<p>Saya hanya teramat SANGAT HERAN, PENGUSAHA MIE AYAM PEMUDA sepertinya tidak mengedukasi pekerja2nya atau tenantnya kalau sifatnya Franchise….<br />
Selain mengunggulkan harga murah dan mungkin rasa (saya juga tidak tau rasanya bagaimana, belum sempat saya merasakannya hanya pedih yang saya rasakan)  harusnya juga ATTITUDE / KEPRIBADIAN YANG BAIKKK… SAYA TERAMAT KECEWA, DAN SAKIT HATI TERUTAMA BATHIN SAYA…&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dhanny</title>
		<link>http://dhannytantri.blog.friendster.com/2007/09/mie-ayam-stasiun/#comment-25</link>
		<dc:creator>Dhanny</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Oct 2007 13:10:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhannytantri.blog.friendster.com/2007/09/mie-ayam-stasiun/#comment-25</guid>
		<description>Suer, beneran, daging ayam kok, kerasa kok itu daging ayam...!!! Enak deh Cit, kapan-kapan gue bawain deh...
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Suer, beneran, daging ayam kok, kerasa kok itu daging ayam&#8230;!!! Enak deh Cit, kapan-kapan gue bawain deh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Citra</title>
		<link>http://dhannytantri.blog.friendster.com/2007/09/mie-ayam-stasiun/#comment-24</link>
		<dc:creator>Citra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2007 12:22:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhannytantri.blog.friendster.com/2007/09/mie-ayam-stasiun/#comment-24</guid>
		<description>Hah?3500 doang dan? Yakin daging ayammm? MHWAHWAHWAHWA (kenapa gua ketawa jahat yak?)
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hah?3500 doang dan? Yakin daging ayammm? MHWAHWAHWAHWA (kenapa gua ketawa jahat yak?)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
