“Maafkan aku”
Ada banyak hal yang kualami sejak aku menikah. Kebahagian bisa bersama dengan orang yang dicintai, senangnya bisa mengatur hidupmu sendiri, juga sulitnya berbagi hidup dengan orang lain. Lho, sulitnya berbagi hidup? Bukannya kamu berbagi hidupmu dengan orang yang kami cintai Dhanny? Well, mencintai bukan berarti bahwa dua orang yang berbeda tidak boleh tetap berbeda bukan?
Tentu saja, seperti pasangan-pasangan lainnya, saya dan Ardian juga mengalami masa-masa menyebalkan disamping manis-ceria. Namun disinilah saya merasakan benar-benar apa yang dimaksud berbagi hidup. Ada satu waktu dimana saya dan Ardian berkonflik dan saya menangis begitu lama, terus sesenggukkan dan hanya bisa menatap dia. Kemudian saya pergi mandi sambil terus sesenggukkan. Pedih rasanya saat kau harus berbeda pendapat dengan orang yang kau sayangi. Saat selesai mandi, saya mendatanginya dan saya terkejut saat menemukan ia sedang meneteskan air mata.
Saat itulah saya merasa lebih sakit lagi. Tak terbayangkan buat saya untuk menyusahkan dia, apalagi membuatnya menangis. Saya merasa begitu pedih, pedih sekali. Disinilah sekali lagi saya mengerti, bahwa saya sangat mencintai dia. Saya hanya menginginkan dia tersenyum, dia tertawa, dia makan banyak, dia gembira, dia tidur pulas, dan dia ceria.
Dan saya merangkulnya, turut menangis, seraya membisikkan kata, "Sayang…maafin aku yah…"
Kadek Said,
August 30, 2007 @ 11:25 pm
lovely..so inspiring.. kapan ke kantorku? jadi ga?
Dhanny Said,
September 5, 2007 @ 10:40 pm
Jadi sih Dek, sekarang gue lagi ngejar skrip gue dulu nih..hehehe..doain yah…